KREATIVITAS

 

 

                Kali ini saya akan mengupas secara sederhana perihal kreativitas. Kalau mau jujur, segala bentuk kemajuan dunia ini diprakarsai oleh pribadi-pribadi yang memiliki darah kreatif di dalam dirinya. Namun, tidak mudah untuk menyemaikan darah itu di dalam diri. Kepandaian di bidang ini sangat membutuhkan ketekunan dan keuletan serta latihan-latihan yang selalu berhadapan dengan aneka kegagalan. Ketika berhadapan dengan kegagalan, pejuang kreatif tidak melihat hal itu sebagai badai tetapi ujian baginya untuk bangun dari kejatuhan. Kegagalan adalah pengalaman eksistensial pribadi-pribadi yang tidak sekedar hidup, makan dan diam tetapi selalu menggeliat dengan aktifitas kehidupannya. Pejuang kreatif selalu menepis ruang kemapanan dan suka merambah tantangan-tantangan yang menguji nyali kediriannya. Manusia tidak dipanggil untuk menjadi pribadi yang gagal, tetapi pribadi yang berkembang.

                Kreativitas memiliki akar kata kreatif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata kreatif berarti memiliki daya atau kemampuan untuk menciptakan. Sedangkan kreativitas itu sendiri diartikan sebagai kemampuan untuk mencipta. Kreativitas adalah kemampuan seseorang. Namun, tidak semua orang mampu menciptakan sesuatu. Hanya orang yang memiliki daya kreatiflah yang mampu. Menjadi kreatif bukan juga sebagai kategori orang cerdas. Bisa saja ada pribadi yang cerdas, tapi tidak kreatif. Mereka yang memiliki kadar hidup seperti ini memiliki kenyataan yang berbeda tentang realitas. Mereka melihat realitas ini apa adanya bukan sesuatu yang mungkin ada. Akibatnya, mereka tidak bisa menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Tidak ada penemuan baru. Yang ada hanyalah mengulangi kembali apa yang telah dikerjakan sebagai hasil ciptaan orang lain. Kita tidak menjadi penemu yang mandiri dan inovatif.

                Seiring dengan prinsip manusia sebagai mahluk pekerja (Homo Faber), kreativitas ini sangat perlu bahkan mutlak ada. Melalui pikiran dan tindakan kreatif, kita membimbing diri kita menuju pribadi yang otonom dan memiliki kemandirian hidup. Begitu banyak perubahan dan aneka produk yang sifatnya baru. Perubahan dan penemuan itu tidak ada dengan sendirinya, tetapi berkat kerja keras pribadi-pribadi yang kreatif. Menggunakan pikiran dan tenaga sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru bagi yang lain. Dan pada saat yang sama kodratnya sebagai mahluk pekerja diakui. Kita pun tidak merasa terasing dengan hasil pekerjaan kita karena sepenuhnya menjadi milik kita. Jarak antara penemu atau pekerja pun tidak terasa. Hasil kerja sungguh menjadi bagian dari pergulatan yag nyata dari sebuah kehidupan.

                Kreativitas bukan sekedar pengulangan (repetition), tetapi sebuah penemuan (invention).Ketika kita mengulangi apa yang telah dikerjakan orang lain dan tidak menemukan suatu yang sungguh baru, kita kehilangan daya cipta. Pikiran kita seolah-olah tidak pernah bekerja. Bahkan kita dinilai sebagai pribadi yang mandul dengan tidak melahirkan anak perubahan yang baru di kehidupan kita. Dengan menggunakan daya kreatif, martabat kita sebagai rekan kerja Allah diteguhkan untuk membawa perubahan dunia dan mengembalikan warna dunia ini ke warna dasarnya yang penuh dengan keharmonisan dan keserasian. Bukankah awal mulanya semuanyaini baik adanya?

                Begitu banyak orang yang mengira jika mengusahakan sesuatu yang baru itu rumit. Karena mereka berpikir bahwa menciptakan sesuatu harus bersifat hebat dan besar, sehingga nama pribadipun semakin melejit. Kenyataannya tidaklah demikian. Kita memulainya dari hal yang kecil dan sederhana. Jika kita mampu melewati hal yang sederhana dan setia dengan prinsip-prinsipnya, kita pun perlahan dan tanpa disadari akan menemukan sesuatu yangluar biasa. 

                Dalam kehidupan ini, kita selalu dihadapkan dengan sebuah kenyataan bahwa setiap manusia saling bersaing satu sama lain. Yang bisa bertahan adalah mereka yang mampu menemukan jalan terbaik agar pesaing-pesaing lainnya kalah dalam pertarungan itu. Ada sebuah eko-evolusi. Suatu bentuk evolusi dalah kehidupan ekonomi di mana bertumbuh dan berkembangnya kehidupan ekonomi sangat bergantung pada kemampuan manusia untuk menemukan pola agar bisa bertahan. Yang tidak menemukan pola, dia bakal hengkang dari dunia persaingan itu atau tidak bertahan dalam waktu yang lama.

 Pribadi yang kreatif bisa menemukan jalan itu dan dengan sendirinya dia mampu bersaing bahkan mengalahkan yang lain jika hal itu memungkinkan. Kreativitas untuk hal yang positif sangat membantu mengembangkan kepribadian dan taraf hidup orang lain. Orang lain kemudian menikmati hasil karya dan kebaikan kreatif kita. Tetapi tak jarang yang terjadi adalah begitu banyak manusia mengembangkan kemampuan kreatifnya untuk maksud dan tujuan yang negatif. Sehingga tidak herena jika bangsa kita ini berdiri di atas kekacauan-kekacauan karena ulah mereka yang menggerakkan sisi negatif dari pola hidup kreatifnya.

                Dengan daya cipta yang kita miliki, kemanusiaan kita diteguhkan. Kita kemudian tidak lagi dinilai sebagai pribadi yang mandul. Pendidikan sebenarnya harus mengedepankan prinsif kreativitas ini, sehingga anak didik tidak hanya menjadi cerdas, tetapi kreatif. Mereka kemudian mampu mengurus  diri sendiri dan mengolah hidup pribadi. Sebenarnya tidak ada manusia yang menganggur jika pendidikan yang dia tempuh memiliki tujuan akhir untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekedar mencari pekerjaan. Hanya orang kreatif yang mampu melakukan hal ini.  Bentuklah kedirian kita secerdas mungkin dan bangunkan daya kreatif yang sedang tertidur pula dalam jiwa dan raga kita ini.Wassalam!!!!!!! Monsy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s