ANALISIS EVERYTHING I DO…. BrYAN Adams

Analisis Ecek-ecekan Atas Lirik Everything I Do Bryan
Adams Saya merasa terpikat dengan isi bait-bait lagu
Everything I Do milik Bryan Adams. Keterpikatan itu
menggugah saya untuk mengenal kata-katanya
secara lebih dalam dan mengambil makna darinya.
Saya tidak memaknainya terlalu banyak. Yang aku
tuliskan hanya sedikit. Ayo simak….. Look into my eyes – you will see, What you mean to
me…
(Tataplah mataku dan engkau akan mengarti betapa
berartinya kau bagiku)
Mengapa harus mata dan buka indera yang lain? Dan
ada apa dengan mata sehingga dengan menatapnya saja seseorang bisa mengerti bahwa dia yang
dipandangi sungguh berarti baginya? Terkadang
mata membahasakan sesuatu yang lebih dalam dan
apa yang diungkapkan melalui mata itu tidak bisa
diungkapkan secara gamblang oleh mulut. Mata
adalah ungkapan simbolisme. Mata ketemu mata biasanya menyiratkan pesan yang sangat dalam.
Pesan seperti apa? Melalui mata, segala perasaan
bisa ditelisik dan diketahui. Ketika anda sedih, mata
pasti bisa memberikan signal kesedihan, demikian
juga ketika pesaraan gembira sedang meluap-luap.
Lebih dari itu mata berbicara tentang kedalaman jiwa. Search your heart – search your soul , And when you
find me there you’ll search no more
(Selidkilah hati dan jiwamu. Bila engkau menemukan
aku di sana, engkau takkan mencari lagi)
Cinta menjadi indah ketika masing-masing orang
memiliki tautan batin yang dalam. Cinta yang demikian sungguh menyentuh kedalaman jiwa. Di
sana kita bisa menemukan dia ada atau tidak. Coba
renungkan sedikit sepenggal syair lagu lawas ini “
belah saja dadaku, di jantungku ada kamu”. Tentu
saja seorang yang hendak memberikan kesaksian
tentang kesejatian cinta tidak meminta sungguhan untuk dibelah jantungnya. Dia mau mengatakan
sesuatu yang lain yaitu cintaku hanya kamu dan
ruang kosong yang sempat tak terisi oleh apapun
sudah diisi oleh kesejatian cintamu. Andaikan
seseorang mengenal cinta dan menamakannya
sebagai kebenaran sejati, ketika dia menemukan cinta dia harus mengalami suatu perasaan berbeda.
Sebuah pengalaman indah di mana dia tidak merasa
kekurangan apa pun sehingga tidak ada lagi aktivitas
untuk mencari. Yang ada hanya dia dan menghayati
indahnya kesejatian cinta..ouwwwww… Don’t tell me it’s not worth tryin’ for, You can’t tell me
it’s not worth dyin’ for
You know it’s true Everything I do – I do it for you
(Jangan katakan padaku ini sia-sia dan tiada berguna.
Engkau harus tahu kebenaran ini bahwa apa pun
yang aku lakukan, segalanya untukmu) Tidak ada kata sia-sia ketika kita berani bertindak
mulia bagi cinta atau orang lain. Kalau kita
memperhitungkan untung dan rugi, sia-sia dan
bermakna, itu bukan pilihan bebas tetapi karena
terpaksa. Perhatikan satu fakta ini bahwa seorang
yang merasa betah mengisi ruang kosong di bilik kanan jantung kita akan melakukan sesuatu yang
berharga bahkan mempertarukan sebuah nilai
penting demi orang lain yang dicintai. Sangat gila
kalau kita mengatakan aku mencintaimu, tetapi tidak
pernah berbuat sesuatu kepada orang yang kita
cintai. Jangan salah, ketika kita mencintai orang lain, kita melakukan sesuatu yang berguna bagi
pertumbuhan dan perkembngan hidup dia yang kita
cintai. Cinta yang memandulkan potensi subyek yang
kita cintai bukanlah cinta, tetapi nafsu serakah. Coba
tengoklah ke dalam, pernahkah kita terjun bebas
mengikuti kemauan ego kita untuk menguasai oarng lain dan mengungkung dia dalam penjara suci demi
cinta? Look into your heart – you will find, There’s nothin’
there to hide
(Tataplah hatimu dan engkau akan menemukan
kebenaran ini bahwa tidak ada yang tersembunyi
untukmu)
Setelah menatap mata, suruhan berikutnya adalah menatap hati. Dari amta datangnya lintah? Dari kali
turun ke sawah. Dari mana datangnya cinta? Dari
mata turun ke hati. Dan di hatilah cinta itu bersemi
bukan dalam pikiran atau sebuah tindakan
mengawang saat kita bermain dengan imaginasi
kita. Relasi yang sejati tidak parnah menyembunyikan sesuatu dalam hatinya dan tidak
pernah mengatakan suatu kebohongan kepada
orang yang dihadapinya. Relasi itu penuh dengan
kejujuran dan keterbukaan. Membuka diri dan
berbicara apa adanya tentang diri adalah ciri orang
yang otentik… dunia kehidupanmu harus disibak secara sempurna agar orang lain merasa betah
tinggal di hatimu. Dengan kata lain, orang lain tidak
akan mencap kita manusia plin-plan…ckckckckckkc Take me as I am – take my life , I would give it all – I
would sacrifice
(Terimalah aku apa adanya, terimalah hidupku. Aku
akan memberikan segalanya dan mempertaruhkan
segalanya bagimu)
Kita sering begulat dengan pilihan utnuk mempertimbangkan secara matang orang yang
hendak hadir dalam diri kita. Semua manusia
memiliki kekurangan. Terimalah orang lain apa
adanya dan jangan menuntut banyak. Ketika anda
menuntut banyak, anda tidak akan mendapatkan
apapun selain cinta diri. Don’t tell me it’s not worth fightin’ for , I can’t help it –
there’s nothin’ I want more
Ya know it’s true
(Jangan bilang ini sia-sia, tolonglah! Aku tidak ingin
yang lain lagi dan engkau tahu ini benar, semua ini
aku lakukan untukmu) Ehmmm……tidak ada kata lain yang lebih mulia selain
untukmu dan bukan untukku. Sekali kita berniat
untuk membuka diri terhadap kehadiran yang lain
(The others atau lyan), pada saat yang sama kita
harus berani menanggalkan ego kita dan
menyambut yang lain apa adanya serta meleburkan aneka rasa suka dan duka kita dalam rasa suka dan
duka orang lain yang hendak hadir di dunia
kehidupan kita. Lepaskanlah segala rancangan
pribadi untuk menguasai yang lain.
Tak jarang relasi zaman kini bersifat funggsional.
Engkau ada bagiku karena aku hendak mengambil sesuatu darimu dan itu berguna bagiku. Bukan saja
bersifat fungsional, tetapi utilitarian (Utily: guna; ingat
nilai guna dalam hukum ekonomi). Kita menymbut
yang lain berdasarkan pertimbangan suka dan tidak
suka, berguna dan tidak berguna. Kita tidak
menyadari bahwa kita terperosok ke dalam bahaya ini. Namun, selidkilah diri kita ketika kita menerima
kehadiran yang lain. Dan ingat, tataplah matanya
ketika dia berhadapan denganmu dan suruhlah dia
untuk menatap matamu guna menguji ketulusanmu.
Okey? Thats All…( Malang, 10 maret 20011, ditulis
pada malam yang sunyi yaitu malam jumat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s