SEGALANYA BERWARNA WANRI

homogenitas! Itulah istilah yang tepat terhadap
kenyataan keperbedaan di setiap lini kehidupan yang
dialami dan disaksikan manusia. warna warni adalah
kata lain dari homogenitas. Namun, karena hal
demikianlah segalanya indah. taman bunga menjadi
indah karena ada berwarna-warni bunga di dalamnya. Kehidupan yang indah muncul dari warna warni
kehidupan yang berbeda. Perbedaan tidak menolak
adanya kesamaan. Perbedaan tidak bertentangan
dengan persamaan. Persamaan syarat akan
pengalaman hidup yang monoton atau minim
kreatifitas. Indahnya kehidupan yang penuh warna. Aneh sekali jika alasan orang bercerai karena sering
berbeda pendapat. Aneh sekali jika syarat untuk
menikah harus dipilih pasangan yang memiliki karakter
yang berbeda. Justru dua insan yang berbeda dipanggil
untuk saling melengkapi perbedaan satu sama lain agar
tujuan yang dikejar bersama bisa dicapai. Perbedaan itu nikmat!
Di tengah kasak kusuk kehidupanku, seorang sahabat
berkata: teman, hidup itu harus dinikmati. Sejenak
rasanya cukup menginspirasi karena apapun bentuk
dan model yang ditawarkan melalui kehidupan ini, akan
terasa indah jika dinikmati alurnya. Bukankah drama kehidupan yang baik akan menarik jika memiliki
eksposisi, konflik, dan resolusi? Tapi tidak semudah
yang dirumuskan dalam teori-teori indah, karena ada
sekian ribu alasan yang membuat kita tidak mudah
menikmati hidup. Jangan mengiring kehidupan ke ranah
kenikmatan, kita akan dibuai dan terperangkap dalam kedangkalan hidup.
Salah satu contoh warna kehidupan adalah kisah Bupati
Garut yang ramai digonjang-ganjingkan publik.kisah
hidup Bupati Garut, Aceng Fikrih hanyalah teks
tunggal yang dibaca ribuan orang. Dan pemaknaan atas
teks itu bervariasi. yang pasti aceng sudah tidak punya kuasa penuh atas teks miliknya. Bahkan teks itu milik
pembaca. Maaf pak aceng jika banyak mata yang salah
membaca dan memaknai teksmu. Dari kenyataan ini
kita bisa mengetahui jika hidup kita ini ditulis di atas
kertas dan tulisan itu menjadi bacaan banyak orang.
Kadang lukisan bagus atas hidup kita disalah-bacakan atau dimaknai secara berbeda.
Di tengah perbedaan hidup, dituntut sikap optimisme
dan rasa penasaran. Ya Penasaran: pagiku dibuka
dengan geliat penasaran.
penasaran syarat akan hasrat keingintahuan.
penasaran adalah pergumulan seorang pribadi yang tidak hanya tahu kalau mentari telah menyingkap
selubung kegelapan dan pagi hari telah berada
bersama kehidupan, tetapi membangun mimpi untuk
memenuhi geliat sang penasaran yang ada dalam diri.
Hanya orang yang sedang menghidupi jiwanya yang
mengenal bahwa ada sesuatu yang menjadi sasaran penasaran. Dan hal itu harus dikejar, dicari bahkan
diburui…..selamat memburu mimpi untuk hari baru
ini.Semoga kemauan kita untuk bangun pagi menjadi
tanda bahwa hari ini optimisme menyelimuti harapan
hati kita.
Dalam merajut mimpi di tengah warna warni kehidupan ini, tak jarang kita jatuh dalam keadaan hidup yang
berantakkan. Berhadapan dengan kenyataan
berantakan tersebut, semangat mengemas adalah
semangat pejuang nilai kehidupan yang selalu
memandang kehidupan memiliki aneka
kemungkinan.Mengemas adalah menu pembuka di bagian catatan harian kehidupan manusia. Mengemas
kehidupan agar terluput dari keadaannya yang
berantakkan. Sesungguhnya ada satu kekuatan yang
membuat hidup kita berantakan. Satu hal yang penting
adalah menumbuhkan kesadaran di setiap lini
kehidupan dan beranjak pergi dari lamunan kemapanan serta
mengambil inisiatif untuk mengemas kehidupan yang
berantakan (senada dengan pikiran Budhisme, hidup
adalah duka. usaha manusia tak lain adalah agar
melepaskan diri dari duka dan penderitaan untuk
mencapai nirvana atau kebebasan sejati) Hidup ini terlalu mahal untuk ditangisi… Air mata
tangisan bukanlah modal perjuangan hidup, hanya air
keringat kerja keraslah yang membawa hidup pada
perjumpaan yang sempurna dengan mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s